Dipenuhi Roh Kudus | Efesus 5:18
Renungan bulanan Mei 2026
Renungan Gembala
Pdt. Dr. Ir. Evie Laksmi Widjaja, S. Th., M. Th.

Efesus 5:18
"Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”
"Dipenuhi Roh Kudus" berarti seseorang hidup di bawah pengaruh dan kendali penuh Roh Kudus, bukan cuma sekadar percaya atau menerima Dia waktu dibaptis.
Maknanya ada di tiga hal:
Yang bukan maksudnya: bukan kerasukan, bukan kehilangan akal, dan bukan bukti kalau seseorang lebih rohani dari orang lain. Intinya adalah ketaatan dan keterbukaan — Roh Kudus yang mengisi, manusia yang mengosongkan diri dari ego dan dosa.
Roh Kudus itu seperti kompas dalam hidup keseharian kita. Contoh :
1. Saat marah atau tersinggung
Respon alami manusia adalah balas atau menyimpan dendam. Contoh praktis dipenuhi Roh Kudus: kita tetap merasa kesal, tapi ada dorongan untuk diam sejenak, menarik napas, dan memilih tidak membalas kata kasar. Itu “penguasaan diri” dari buah Roh yang muncul, bukan hasil kekuatan menahan diri sendiri.
2. Saat bingung ambil keputusan
Misal bingung pilih pekerjaan atau hubungan. Orang biasanya cuma pakai logika atau saran orang. Dipenuhi Roh Kudus berarti kita sengaja berhenti, berdoa, baca Alkitab, lalu
memperhatikan rasa damai atau tidak damai di hati saat memikirkan opsi itu. Itu sering disebut “pimpinan Roh” — bukan suara literal, tapi kejelasan dan damai yang melampaui alasan logis.
3. Saat ego ingin dipuji
Keinginan untuk dipuji ketika berhasil membantu seseorang, kita kalahkan dengan kerendahan hati, kembalikan semua untuk kemuliaan Tuhan.
“Ciri paling sederhana”: kita menjadi lebih peka terhadap apa yang salah, tapi sekaligus ada kekuatan dan penghiburan untuk mengubahnya. Bukan cuma tahu yang benar, tapi mampu melakukannya. Bedanya dengan usaha sendiri: kalau pakai kekuatan sendiri kita cepat lelah dan munafik. Kalau dipenuhi Roh, ada rasa ringan meski situasinya berat, karena kita tidak berjuang sendirian.
Mintalah agar Roh Kudus memenuhi hidup kita senantiasa! Amin!“Kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”
Tuhan Yesus memberkati!
Pdt.Dr.Ir.Evie Laksmi Widjaja S.Th., M.Th.