Menghadapi Raksasa (Facing the Giants) | 1 Samuel 17:50
Renungan bulanan Februari 2026
Renungan Gembala
Pdt. Dr. Ir. Evie Laksmi Widjaja, S. Th., M. Th.

1 Samuel 17:50
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
Daud bisa mengalahkan Goliat karena dia memiliki iman yang kuat kepada Tuhan dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Selain itu, dia juga memiliki strategi yang tepat, yaitu menggunakan batu dan ketapel untuk mengalahkan Goliat.
Dalam hidup kita, kita juga bisa menghadapi “raksasa” yang mengintimidasi kita, tapi kita bisa mengatasinya dengan iman, keberanian, dan strategi yang tepat. Apakah engkau punya “raksasa” yang ingin engkau kalahkan? Marilah belajar dari Daud!
Rahasia Daud lainnya adalah dia memiliki hati yang sederhana dan rendah hati di hadapan Tuhan. Meskipun dia sudah menjadi raja, dia masih mengakui bahwa dia adalah gembala yang lemah dan Tuhan adalah yang kuat.
Dalam 1 Samuel 17:45-47, Daud mengatakan bahwa dia mengandalkan Tuhan, bukan pada kekuatannya sendiri. Ini adalah kunci untuk mengalahkan “raksasa” dalam hidup kita – mengakui kelemahan kita dan mengandalkan kekuatan Tuhan.
Daud pun punya kelemahan! Kelemahan Daud yang paling terkenal adalah dia memiliki kelemahan terhadap wanita, khususnya Batsyeba. Dia melakukan dosa dengan mengambil istri Uria, Batsyeba, dan kemudian memerintahkan Uria untuk dibunuh (2 Samuel 11).
Kelemahan lainnya adalah dia tidak disiplin dalam menjalankan hukum Tuhan, seperti tidak menghukum anak-anaknya yang berbuat dosa (1 Samuel 3:13).
Tapi, Daud juga memiliki hati yang mau bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan ketika dia disadarkan akan dosanya (2 Samuel 12:13).
Kelemahan Daud tidak membatalkannya menjadi raja karena Tuhan melihat hati Daud yang mau bertobat dan meminta ampun. Tuhan melihat bahwa Daud memiliki hati yang mau mengakui kesalahannya dan kembali kepada-Nya.
Dalam 1 Samuel 13:14, Tuhan mengatakan bahwa Daud adalah “orang yang berkenan di hati-Nya.” Ini berarti bahwa Tuhan melihat kualitas hati Daud yang lebih penting daripada kesalahannya.
Tuhan juga membuat perjanjian dengan Daud bahwa keturunannya akan menjadi raja selama-lamanya (2 Samuel 7:12-16). Ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk Daud dan Israel, dan kelemahan Daud tidak dapat menggagalkan rencana itu.
Jadi, kelemahan Daud tidak membatalkannya menjadi raja karena Tuhan melihat hati Daud yang mau bertobat dan rencana-Nya yang lebih besar.
Kesimpulannya dalam menghadapi masalah besar apapun diperlukan sikap rendah hati, mengandalkan Tuhan,dan bertobat ,sangkal diri setiap hari! Amin
Tuhan Yesus memberkati!
Pdt.Dr.Ir.Evie Laksmi Widjaja S.Th., M.Th.